Minggu, 27 Desember 2020

Biografi Guru Ngaji

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Biografi Pak Solihin

Nama lengkap beliau adalah Solihin. Pak Solihin adalah seorang guru ngaji yang berasal dari Kab. Sambas. Pak Solihin akrab dipanggil Pak Long  Madun. Beliau lahir di Desa Sejangkung Kec. Sejangkung Kab. Sambas, pada tanggal 15 Mei 1970 dan sekarang beliau sudah berumur 50 tahun. Pak Solihin memiliki berat badan sekitar 60 kg dan tinggi badan sekitar 165 cm. Pak Solihin adalah putra pertama dari pasangan Bapak Toni Saleh dan Ibu Maitimah. Kedua orang tua Pak Solihin merupakan orang melayu sambas. Beliau memiliki dua saudara perempuan yang bernama Hayati dan Hamida.

Pak Sholihin menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) pada tahun 1975. Setelah lulus sekolah dasar  pada tahun 1981 beliau melanjutkan ke pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Sejangkung, kemudian melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) di Sambas dan lulus pada tahun 1987. Setelah beliau lulus dari sekolah menengah atas, beliau tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Hobi Pak Solihin adalah mengaji dan seni tilawah. Karena hobi beliau adalah mengaji maka setelah lulus sekolah beliau mengajar ngaji untuk semua golongan baik anak-anak maupun dewasa. Beliau telah aktif mengaji dan sudah sering mengikuti lomba musabaqoh tilawatil quran sejak tingkat sekolah dasar meskipun belum pernah mendapat juara. Akan tetapi Pak solihin tetap mengikuti lomba dan pada tahun 2010 di Selakau mendapat juara kedua dalam lomba tilawah alquran. Kemudian ikut lomba lagi di Kec. Tebas yang bertepatan dengan umur beliau 41 tahun. Dan lomba tersebut menjadi lomba terakhir yang pak Solihin ikuti.

Dan sekarang beliau menjadi pelatih serta sebagai juri untuk tilawah quran. Beliau sudah menjadi juri selama tiga tahun terakhir. Pak Solihin menjadi juri untuk golongan anak-anak (usia maksimal 13 tahun 11 bulan 29 hari) , golongan BKMT (usia maksimal 50 tahun), dan golongan usia emas (usia maksimal 55 tahun ke atas). Sekarang beliau masih aktif mengajar ngaji setiap malam dari rumah ke rumah mulai dari selesai isya dan ada juga yang belajar mengaji dengan datang langsung ke rumah Pak Solihin selesai magrib. Jadwal beliau sangat padat karena beliau mengajar mengaji setiap malam dan siangnya beliau bekerja di sawah.

Saat beliau berumur 22 tahun ia menikahi wanita cantik yang bernama Kasumah yang telah membuatnya yakin untuk melepas masa lajangnya itu pada tahun 1992, dari pernikahannya itu Pak Solihin dikaruniai satu orang anak perempuan yang sekarang telah menikah. Dan dari pernikahan putri sulungnya itu, dikaruniai dua orang anak yaitu laki-laki dan perempuan. Pak Solihin sebelum menikah tinggal di Desa Sejangkung dan setelah menikah beliau hijrah ke Dusun Mensungai bersama istrinya dan mengabdikan dirinya sebagai guru ngaji di sana hingga sekarang.

Ayah satu anak ini selain bekerja sebagai seorang guru ngaji, ia juga mendapatkan penghasilan dari bekerja sebagai petani. Beliau sudah bertani sejak lulus dari tingkat sekolah menengah atas hingga sekarang. Di usianya yang tidak muda lagi tetapi beliau tetap gigih mengajar mengaji serta tetap mengelola pertaniannya.

Saya bertemu Pak Solihin pertama kali ketika mengikuti acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan di Desa Samustida pada tahun 2014. Pada saat itu saya masih berada di bangku sekolah menengah pertama. Pada saat itu saya mengikuti cabang lomba tilawah anak-anak. Meskipun saat itu saya tidak menang tetapi saya diikutkan untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten. Dan di situlah saya mengenal sosok Pak Solihin. Beliau adalah sosok yang sabar, tabah, lembut, periang, mudah bergaul dan memiliki suara yang merdu. Dari pertemuan tersebut saya tertarik dan mulai belajar mengaji (qiroat) dengan beliau karena saya mendengar suara beliau yang sangat merdu dan dari pertemuan tersebut saya banyak dikenalkan dengan guru ngaji serta bertemu para qori’ qori’ah yang hebat dan luar biasa. Saya belajar dengan beliau sampai pada tahun 2018. Hal itu dikarenakan saya sedang sibuk untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian sekolah di semester terakhir tingkat sekolah menengah atas. Meskipun saya sudah tidak lagi belajar dengan beliau tetapi saya tetap berkomunikasi dengan Pak Solihin.

Beliau mengajar dengan penuh kelembutan dan sabar. Karena kelembutan beliau dalam mengajar tersebutlah menjadikan beliau seorang guru ngaji yang begitu sangat di sukai oleh muridnya terutama saya. Waktu untuk saya dan teman-teman belajar mengaji dengan beliau adalah selepas magrib dan sebelum isya di kediaman beliau. Selama saya belajar dengan beliau saya menjadi sering mengikuti lomba musabaqoh tilawatil quran tingkat kabupaten di Kec. Semparuk Kab. Sambas. Meskipun saya tidak pernah mendapatkan juara saya tetap diikutkan dalam setiap lomba.

Pada tahun 2019 saya bertemu kembali dengan Pak Solihin di MTQ tingkat kabupaten tetapi dalam cabang yang berbeda. Saya mengikuti lomba cabang fahmil quran untuk mewakili Kec. Sajingan Besar sedangkan Pak Solihin menjadi pelatih di kafilah Kec. Teluk Keramat. Kami berbincang ringan walapun beliau berbeda kafilah tetapi beliau tetap memberikan motivasi atau dorongan kepada saya untuk semangat dalam mengikuti lomba.

Alhamdulillah saya bersyukur karena telah dipertemukan dengan guru ngaji sebaik Pak Solihin. Saya mendapatkan banyak ilmu dan motivasi dari beliau. Rasa terima kasih yang mendalam saya ucapkan kepada Pak Solihin yang telah mengajar dengan rasa sabar yang tiada habisnya. Pak Solihin yang kini telah berusia 50 tahun akan tetapi wajahnya tetap terlihat awet muda dan menjalani masa tuanya sebagai seorang guru ngaji alquran di Dusun Mensungai. Secara pribadi menurut saya beliau adalah guru yang paling berjasa yang tak pernah meminta-minta jasa apalagi mendapatkan gaji atau honor layaknya guru-guru lain diluar sana.

Akan tetapi semua itu tidak mengurangi niat tulus dan semangat juang beliau di hadapan Allah subhana wata’ala sebagai guru ngaji yang ikhlas tanpa pamrih melakukan sesuatu hanya mengharap ridho-Nya tanpa mempertimbangkan dan terlalu mengharapkan kompensasi dan upah yang berlebihan karena Allah maha melihat apa yang Pak Solihin lakukan adalah untuk kebaikan dan untuk menyampaikan ilmu serta mengagungkan Alquran dan mencetak generasi yang qurani.

 Saya tertarik mengambil cerita beliau karena beliau adalah sosok yang patut diteladani, sosok yang akan diingat oleh anak didiknya. Karena beliau juga merupakan tokoh agama yang luar biasa. Saya mengajak anda sekalian untuk mengingat dan mendoakannya agar semua dimudahkan dan diberi pertolongan oleh Allah dan dipermudahkan serta diperlancarkan segala urusannya karena telah berjasa mengajarkan membaca alquran dan memahami isi alquran. Semoga Allah memberikan taufik serta hidayah bagi kita semua karena para guru dan ustadz di kampung adalah guru yang mulia. Yang mengenalkan dan mengajarkan kepada kita huruf hijaiyah dan ilmu tajwid sehingga kita dapat membaca alquran dengan fasih, baik dan benar.

 

 

 

Biografi Guru Ngaji

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Biografi Pak Solihin Nama lengkap beliau adalah Solihin. Pak Solihin adalah seorang guru ngaji yang...