بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Biografi Pak Solihin
Nama
lengkap beliau adalah Solihin. Pak Solihin adalah seorang guru ngaji yang
berasal dari Kab. Sambas. Pak Solihin akrab dipanggil Pak Long Madun. Beliau lahir di Desa Sejangkung Kec.
Sejangkung Kab. Sambas, pada tanggal 15 Mei 1970 dan sekarang beliau sudah berumur
50 tahun. Pak Solihin memiliki berat badan sekitar 60 kg dan tinggi badan sekitar
165 cm. Pak Solihin adalah putra pertama dari pasangan Bapak Toni Saleh dan Ibu
Maitimah. Kedua orang tua Pak Solihin merupakan orang melayu sambas. Beliau
memiliki dua saudara perempuan yang bernama Hayati dan Hamida.
Pak
Sholihin menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) pada tahun 1975. Setelah lulus
sekolah dasar pada tahun 1981 beliau
melanjutkan ke pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Sejangkung,
kemudian melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) di Sambas dan lulus pada tahun 1987.
Setelah beliau lulus dari sekolah menengah atas, beliau tidak melanjutkan ke
perguruan tinggi.
Hobi
Pak Solihin adalah mengaji dan seni tilawah. Karena hobi beliau adalah mengaji
maka setelah lulus sekolah beliau mengajar ngaji untuk semua golongan baik anak-anak
maupun dewasa. Beliau telah aktif mengaji dan sudah sering mengikuti lomba
musabaqoh tilawatil quran sejak tingkat sekolah dasar meskipun belum pernah
mendapat juara. Akan tetapi Pak solihin tetap mengikuti lomba dan pada tahun
2010 di Selakau mendapat juara kedua dalam lomba tilawah alquran. Kemudian ikut
lomba lagi di Kec. Tebas yang bertepatan dengan umur beliau 41 tahun. Dan lomba
tersebut menjadi lomba terakhir yang pak Solihin ikuti.
Dan
sekarang beliau menjadi pelatih serta sebagai juri untuk tilawah quran. Beliau
sudah menjadi juri selama tiga tahun terakhir. Pak Solihin menjadi juri untuk
golongan anak-anak (usia maksimal 13 tahun 11 bulan 29 hari) , golongan BKMT (usia
maksimal 50 tahun), dan golongan usia emas (usia maksimal 55 tahun ke atas).
Sekarang beliau masih aktif mengajar ngaji setiap malam dari rumah ke rumah
mulai dari selesai isya dan ada juga yang belajar mengaji dengan datang
langsung ke rumah Pak Solihin selesai magrib. Jadwal beliau sangat padat karena
beliau mengajar mengaji setiap malam dan siangnya beliau bekerja di sawah.
Saat
beliau berumur 22 tahun ia menikahi wanita cantik yang bernama Kasumah yang
telah membuatnya yakin untuk melepas masa lajangnya itu pada tahun 1992, dari
pernikahannya itu Pak Solihin dikaruniai satu orang anak perempuan yang sekarang
telah menikah. Dan dari pernikahan putri sulungnya itu, dikaruniai dua orang
anak yaitu laki-laki dan perempuan. Pak Solihin sebelum menikah tinggal di Desa
Sejangkung dan setelah menikah beliau hijrah ke Dusun Mensungai bersama
istrinya dan mengabdikan dirinya sebagai guru ngaji di sana hingga sekarang.
Ayah
satu anak ini selain bekerja sebagai seorang guru ngaji, ia juga mendapatkan penghasilan
dari bekerja sebagai petani. Beliau sudah bertani sejak lulus dari tingkat
sekolah menengah atas hingga sekarang. Di usianya yang tidak muda lagi tetapi
beliau tetap gigih mengajar mengaji serta tetap mengelola pertaniannya.
Saya
bertemu Pak Solihin pertama kali ketika mengikuti acara Musabaqoh Tilawatil
Quran (MTQ) tingkat kecamatan di Desa Samustida pada tahun 2014. Pada saat itu
saya masih berada di bangku sekolah menengah pertama. Pada saat itu saya
mengikuti cabang lomba tilawah anak-anak. Meskipun saat itu saya tidak menang
tetapi saya diikutkan untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten. Dan di situlah
saya mengenal sosok Pak Solihin. Beliau adalah sosok yang sabar, tabah, lembut,
periang, mudah bergaul dan memiliki suara yang merdu. Dari pertemuan tersebut
saya tertarik dan mulai belajar mengaji (qiroat) dengan beliau karena saya
mendengar suara beliau yang sangat merdu dan dari pertemuan tersebut saya
banyak dikenalkan dengan guru ngaji serta bertemu para qori’ qori’ah yang hebat
dan luar biasa. Saya belajar dengan beliau sampai pada tahun 2018. Hal itu
dikarenakan saya sedang sibuk untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian sekolah
di semester terakhir tingkat sekolah menengah atas. Meskipun saya sudah tidak
lagi belajar dengan beliau tetapi saya tetap berkomunikasi dengan Pak Solihin.
Beliau
mengajar dengan penuh kelembutan dan sabar. Karena kelembutan beliau dalam
mengajar tersebutlah menjadikan beliau seorang guru ngaji yang begitu sangat di
sukai oleh muridnya terutama saya. Waktu untuk saya dan teman-teman belajar
mengaji dengan beliau adalah selepas magrib dan sebelum isya di kediaman beliau.
Selama saya belajar dengan beliau saya menjadi sering mengikuti lomba musabaqoh
tilawatil quran tingkat kabupaten di Kec. Semparuk Kab. Sambas. Meskipun saya
tidak pernah mendapatkan juara saya tetap diikutkan dalam setiap lomba.
Pada
tahun 2019 saya bertemu kembali dengan Pak Solihin di MTQ tingkat kabupaten
tetapi dalam cabang yang berbeda. Saya mengikuti lomba cabang fahmil quran
untuk mewakili Kec. Sajingan Besar sedangkan Pak Solihin menjadi pelatih di
kafilah Kec. Teluk Keramat. Kami berbincang ringan walapun beliau berbeda
kafilah tetapi beliau tetap memberikan motivasi atau dorongan kepada saya untuk
semangat dalam mengikuti lomba.
Alhamdulillah
saya bersyukur karena telah dipertemukan dengan guru ngaji sebaik Pak Solihin.
Saya mendapatkan banyak ilmu dan motivasi dari beliau. Rasa terima kasih yang
mendalam saya ucapkan kepada Pak Solihin yang telah mengajar dengan rasa sabar
yang tiada habisnya. Pak Solihin yang kini telah berusia 50 tahun akan tetapi
wajahnya tetap terlihat awet muda dan menjalani masa tuanya sebagai seorang
guru ngaji alquran di Dusun Mensungai. Secara pribadi menurut saya beliau
adalah guru yang paling berjasa yang tak pernah meminta-minta jasa apalagi
mendapatkan gaji atau honor layaknya guru-guru lain diluar sana.
Akan
tetapi semua itu tidak mengurangi niat tulus dan semangat juang beliau di
hadapan Allah subhana wata’ala sebagai guru ngaji yang ikhlas tanpa pamrih
melakukan sesuatu hanya mengharap ridho-Nya tanpa mempertimbangkan dan terlalu
mengharapkan kompensasi dan upah yang berlebihan karena Allah maha melihat apa
yang Pak Solihin lakukan adalah untuk kebaikan dan untuk menyampaikan ilmu serta
mengagungkan Alquran dan mencetak generasi yang qurani.
Saya tertarik mengambil cerita beliau karena
beliau adalah sosok yang patut diteladani, sosok yang akan diingat oleh anak
didiknya. Karena beliau juga merupakan tokoh agama yang luar biasa. Saya mengajak
anda sekalian untuk mengingat dan mendoakannya agar semua dimudahkan dan diberi
pertolongan oleh Allah dan dipermudahkan serta diperlancarkan segala urusannya
karena telah berjasa mengajarkan membaca alquran dan memahami isi alquran.
Semoga Allah memberikan taufik serta hidayah bagi kita semua karena para guru
dan ustadz di kampung adalah guru yang mulia. Yang mengenalkan dan mengajarkan
kepada kita huruf hijaiyah dan ilmu tajwid sehingga kita dapat membaca alquran
dengan fasih, baik dan benar.